Archive for category Uncategorized

Kepala UPT Kearsipan Jadi Pembina Apel

Mencacah Arsip-UPT Kearsipan UNNES, 29 November 2021

Rapat pimpinan semester 2 Tahun 2021

Upt Kearsipan Unnes siap mendukung UNNES maju untuk Indonesia jaya.
 
Rapat pimpinan semester 2 Tahun 2021 di LPPM UNNES, Rabu (24 November 2021).

UPT Kearsipan UNNES Me- launching Sistem Digital Arsip

UPT Kearsipan UNNES Me- launching Sistem Digital Arsip

Oleh Agung Kuswantoro

Seiring dengan kemajuan teknologi, dunia kearsipan yang selama ini berupa kertas saja, kini tak ketinggalan telah memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk mengolah, mengakses dan penyebaran, serta pelestarian arsip. Pengelolaan dan pelestarian arsip dapat dilakukan secara konvensional dan elektronik, oleh karenanya UPT Kearsipan UNNES me-lunching Sistem Arsip Digital.

 

Kepala UPT Kearsipan UNNES, Agung Kuswantoro, S. Pd, M. Pd mengatakan tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelayanan kearsipan terpadu secara digital, informasi kearsipan dapat diperoleh dengan mudah dimana saja dan kapan saja, dan meningkatkan kredibilitas UPT Kearsipan UNNES di masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu Digital Kearsipan

 

Acara dibuka Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si. Akt. Prof. Dr. Zaenuri, M.Si. Akt. mengatakan digitalisasi arsip diharapkan dapat mengatasi hambatan-hambatan konvensional masalah kearsipan menyangkut kelestarian wujud fisiknya (kertas atau media lain), efisiensi tempat pemberkasan dan penyimpanan, efisiensi penata letakan arsip, efisiensi perpindahan arsip dan sebagainya.

 

Setelah acara dibuka, dilanjutkan dengan workshop Sistem arsip digital. Ada dua narasumber dalam kegiatan ini yaitu Rohmadi, S.Kom. dan Djoko Legowo, S.Pd., MM. Keduanya mempraktikkan praktik digitalisasi arsip statis dan dinamis di sistem arsip digital.

 

Hadir dalam kegiatan ini kegiatan ini adalah Wakil Dekan bidang Administrasi dan Keuangan, koordinator, subkoordinator, arsiparis dan staf penata arsip di setiap unit kerja di lingkungan UNNES sejumlah 71 orang. Acara diselenggarakan pada 16 Oktober 2021 secara daring melalui platform zoom meeting.

 

Harapannya melalui kegiatan ini arsip menjadi salah satu sumber informasi yang memiliki fungsi penting untuk menunjang proses kegiatan administrasi dan manajemen di UNNES sebagai dasar dalam membuat kebijakan.

UPT Kearsipan UNNES Jadi Petugas Apel Pagi

Senin, 25 Oktober 2021 UPT Kearsipan UNNES bertugas sebagai petugas apel pagi secara zoom meeting. Adapun yang bertugas adalah

Ina Kumala Dewi, A.Md sebagai MC

Ratu Bunga MU, A. Md sebagai pembaca Pancasila

Djoko Legowo, S.Pd, MM sebagai pembaca UUD 1945

Yuniar Kundrati, S,. Pd sebagai pembaca Korpri

Rohmadi, S.Kom sebagai pembaca doa

Dwi Untung Prakosa, SE sebagai cadangan petugas 1

Niken Fitriani, A.Md sebagai cadangan petugas 2.

Sedangkan pembina apel adalalah Dhini Suryandari, SE, M.Si, Ak.

Alhamdulillah kegiatan apel berjalan lancar.

UPT Kearsipan UNNES Adakan Webinar Kearsipan: Pandemi Covid-19 Mengantarkan Arsiparis Yang Mandiri

UPT Kearsipan UNNES Adakan Webinar Kearsipan: Pandemi Covid-19 Mengantarkan Arsiparis Yang Mandiri

Selasa (28 September 2021) UPT Kearsipan UNNES menyelenggarakan webinar kearsipan yang bertema ”Peluang dan Tantangan  Kinerja Arsiparis Pada Masa Pandemi Covid-19”. Acara dilakukan secara virtual melalui platform zoom meeting yang diikuti 280 peserta. Peserta berasal dari arsiparis, penata arsip, pengelola dokumen di lingkungan UNNES, lembaga/instansi dan perguruan tinggi mitra UPT Kearsipan UNNES.

 

Peserta yang berasal dari perguruan tinggi/instansi pendidikan yaitu UNPAD, UPN Veteran Yogyakarta, UNJ, Universitas Papua, UNY, UGM, Universitas Brawijaya, IPB, IAIN Kudus, IPDN, Institut Teknologi Sumatra, UNSOED, dan lainnya. Sedangkan peserta yang berasal dari instansi yaitu ANRI Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Tengah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Semarang, Kementerian Keuangan, Kementerian Sosisal, Kementerian Agama, Badan Penanggulangan Bencana, Lembaga Sensor Film, dan instansi lainnya.

 

Ada dua narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Drs. Bambang Parjono Widodo, M.Si. dari ANRI dan Madha, S.Pd, M.M. dari Kemendikbudristek. Diskusi kedua narasumber dimoderatori oleh Djoko Legowo, S.Pd. M.M (arsiparis UNNES).

 

Drs. Bambang Parjono Widodo, M.Si. mengatakan jabatan fungsional arsiparis pasca berlakunya Undang-Undang ASN, bahwa penilaian kinerja jabatan fungsional arsiparis dilakukan berdasarkan Nilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dengan mengedepankan Standar Kualitas Hasil Kerja Arsiparis, sehingga tercipta Arsiparis yang mandiri dan independen. Mandiri, artinya: menguasai kompetensi pekerjaan sesuai jenjang jabatannya. Sedangkan, independen artinya: mampu menggunakan kewenangan tanpa dipengaruhi dari pihak lain.

 

Madha, S.Pd, M.M. mengatakan penetapan prestasi kerja arsiparis meliputi penetapan Angka Kredit Kumulatif Tahunan (AKKT) dan penetapan Angka Kredit Kumulatif (AKK). AKKT adalah angka kredit kumulatif minimal per tahun yang harus dicapai oleh Arsiparis sesuai jenjang jabatannya dalam kurun waktu 1 (satu) tahun periode penilaian untuk dapat terhindar dari nilai kinerja kurang atau buruk. Sedangkan, AKK adalah angka kredit kumulatif minimal yang harus dicapai oleh Arsiparis untuk dapat direkomendasikan naik pangkat dan jabatansesuai jenjang jabatan masingmasing Arsiparis.

 

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. S. Martono, M.Si. Kegiatan ini memberikan kontribusi kepada arsiparis yang di UNNES secara khusus dan secara umum untuk arsiparis yang tergabung sebagai mitra kearsipan UPT Kearsipan UNNES agar arsiparis dapat meningkatkan kinerja dalam masa pandemi Covid-19. Arsiparis harus cerdas dalam menata pekerjaannya sesuai dengan perkembangan saat ini, Ujar Prof. Dr. S. Martono, M.Si.

 

Kepala UPT Kearsipan UNNES, Agung Kuswantoro, S.Pd, M.Pd. berharap kegiatan ini sebagai jawaban atas pertanyaan arsiparis mengenai sasaran kinerja yang harus dicapai saat ini. Keadaan yang serba susah, bukan berarti arsiparis itu pasif, namun harus lebih aktif dan kreatif.

Lembaga Sensor Film Kunjungi UPT Kearsipan UNNES

Lembaga Sensor Film Kunjungi UPT Kearsipan UNNES

 

Dalam rangka pengelolaan kearsipan yang efektif dan efesien, Lembaga Sensor Film melakukan kunjungan kerja ke UPT Kearsipan UNNES. Adalah Octaviana Atiek Sulistyani, S.E. dan Mujiharni dari perwakilan dari Lembaga Sensor Film yang melakukan kunjungan kerja kearsipan ke UPT Kearsipan UNNES.

 

Kunjungan diterima di ruang Vicon Gedung H lantai 4 oleh Agung Kuswantoro,S.Pd.,M.Pd; Eko Febrianto, S.Pd; Niken Fitriani, A.Md; Ratu Bunga M.U, A.Md; Dwi Untung Prakosa, SE; Rohmadi, S.Kom; Djoko Legowo, S.Pd, MM; Yuniar Kundrati, S.Pd; Ina Kumala Dewi, A.Md,; Dra. Nurlaeli Sri Purnomowati, M. Pd; Amelia Vitri Ambarwati, S.S; Sumaji; dan Andika R Sukiyawan,S.Si.

 

Octaviana Atiek Sulistyani, S.E menyampaikan tujuan dari kedatangan Lembaga Sensor Film ke UPT Kearsipan UNNES adalah mengetahui dan studi tiru mengenai penciptaan arsip, penggunaan arsip, pengolahan arsip, dan penyusutan arsip di UNNES karena di Lembaga Sensor Film sedang melakukan penataan arsip. UNNES-lah yang dipilih dalam studi tiru kearsipan, ujar Octaviana Atiek Sulistyani, S.E.

 

Penyampaian penciptaan arsip mulai dari pembuatan surat, distribusi surat, hingga sampai pada penerima surat secara Sistem Persuratan Dinas/SIRADI disampaikan oleh Eko Febrianto, S.Pd (Koordinator Umum BUHK). Beliau menyampaikan mulai tahun 2015, UNNES sudah mendigitalisasi persuratan, sehingga pekerjaan-pekerjaan persuratan sudah berbasis Teknologi Informasi.

 

Selanjutnya, penyampaian pengolahan arsip dinamis dan statis oleh Agung Kuswantoro, S.Pd. M.Pd (Ketua UPT Kearsipan UNNES). Dimana pengolahan arsip dinamis berada di unit-unit yang berada di UNNES yaitu: Fakultas, Lembaga, Biro, Pascasarjana, dan unit lainnya. Sedangkan pengolahan arsip statis berada di UPT Kearsipan UNNES. Pengolahan arsip di UNNES sudah menggunakan sistem yang bernama arsip digital, sehingga kemampuan arsiparis harus mulai ditingkatkan dalam digitalisasi kearsipan, ujar Agung Kuswantoro, S.Pd. M.Pd.

 

Setelah diskusi kearsipan di ruang Vicon lantai 4 Rektorat, dilanjutkan dengan tinjuan ke depot kearsipan di Tata Usaha/TU BUHK dan depot Fakultas Ekonomi/FE UNNES. Di TU BUHK didampingi oleh Amelia Vitri Ambarwati, S.S; Sumaji; dan Andika R Sukiyawan,S.Si. sedangkan di FE UNNES kunjungan didampingi oleh Djoko Legowo, S.Pd, MM; Urip Wachyuni; Djoko Warsito,SH; Zaenus Soleh, A.Md. Kunjungan dilakukan pada Rabu, 15 September 2021 pukul 09.00 – 12.00 WIB dengan protokol kesehatan yang ketat.

 

Harapannya dari kunjungan ini adalah kedua pihak (UPT Kearsipan UNNES dan Lembaga Sensor Film) dapat meningkatkan kerjasama bidang kearsipan dalam pengolahan arsip secara digital/alih media. []

 

 

Struktur Organisasi UPT Kearsipan UNNES

Struktur Organisasi UPT Kearsipan UNNES Tahun 2021-2023

Kepala : Agung Kuswantoro

Tata Usaha : Niken Fitriani dan Ina Kumala Dewi

Pengembangan Sistem : Rohmadi, Djoko Legowo dan Dwi Untung Prakosa.

Pengolah Arsip : Ratu Bunga dan Yuniar Kundrati.

Mengenal UPT Kearsipan UNNES

Assalamu alaikum, semoga hari ini Bapak Ibu dalam keadaan sehat wal afiat. Amin.
Pada edisi kali ini, kami ingin mengenalkan siapa kami. Kami lahir sudah enam tahun. Berikut kisahnya:

Mengenal UPT Kearsipan UNNES

Oleh Agung Kuswantoro

 

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan merupakan unit di UNNES yang mengelola kearsiapan universitas. UPT ini didirikan tanggal 22 Desember 2015,  berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Negeri Semarang Pasal 110. Peraturan ini menjelaskan bahwa UPT UNNES terdiri atas lima unit, salah satunya adalah UPT Kearsipan. Hal ini dijabarkan pula pada pasal 130 bahwa UPT Kearsipan UNNES merupakan unit pelaksana teknis di bidang pengelolaan arsip.

 

Semenjak muncul Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Negeri Semarang, terbentuklah UPT Kearsipan. UPT ini baru didirikan pada tahun 2015. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Kearsipan Nomor 43 tahun 2009, pasal 27 ayat 2, di mana Perguruan Tinggi wajib membentuk pusat arsip perguruan tinggi.

 

Tugas UPT kearsipan UNNES adalah melaksanakan pengelolaan arsip (pasal 131) sebagaimana dalam  Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,  sedangkan fungsinya adalah (1) menyusun rencana, program, dan anggaran; (2) mengelola arsip; dan (3) mengurus tata usaha UPT. Oleh karena itu, terbit Keputusan Rektor UNNES No.572/P/2015 tentang pengangkatan Kepala UPT Kearsipan UNNES pertama (2015-2020) yaitu Drs. Muhsin, M.Si. Sekarang, diketuai oleh Agung Kuswantoro, S.Pd, M.Pd.

 

UPT Kearsipan UNNES memiliki tanggungjawab mengelola arsip statis, mengelola arsip inaktif (retensi lebih dari 10 tahun), membina kearsipan di lingkungan UNNES, dan bagian dari simpul jaringan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).

 

UPT Kearsipan UNNES merupakan suatu aset perguruan tinggi dan aset publik karena arsip-arsip yang tersimpan didalamnya merupakan suatu informasi yang perlu dipublikasi atau diketahui oleh publik internal maupun eksternal. Publik internal meliputi civitas akademika UNNES, sedangkan publik eksternal meliputi masyarakat.

 

UPT kearsipan UNNES juga sebagai penyelenggara kearsipan nasional yang sah, selain lembaga kearsipan provinsi dan kabupaten/ kota. Penyelenggaraan kearsipan UPT Kearsipan UNNES menjadi tanggungjawab UNNES. Tujuan didirikan UPT Kearsipan UNNES yaitu menjamin arsip tercipta dan tersedia (reliabel dan autentik); pengelolaan profesional, sebagai bukti akuntabilitas yang sah; memelihara, menyimpan, dan menyediakan; mendukung pengajaran, penelitian untuk kepentingan internal UNNES maupun eksternal (masyarakat); dan menjamin keselamatan dan keamanan.

 

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh UPT Kearsipan UNNES yaitu kegiatan sinkronisasi Siardi dengan Siradi; workshop penulisan karya ilmiah bertema kearsipan (kerjasama ANRI dengan UNNES); digitalisasi arsip BUHK; akuisisi arsip inaktif BPK; sosialisasi JRA di lingkungan UNNES; pengimplementasian layanan SOP kearsipan di Akuntansi BPK; TU BUHK, dan FH, pengimplementasian pengelolaan arsip di bagian Akuntansi BPK, BAKK, TU BUHK, FE, dan FIP; digitalisasi arsip statis IKIP Semarang; dan pendampingan penulisan penelitian fungsional arsiparis dalam meneliti bertema kearsipan; serta kegiatan lainnya. Semoga UPT Kearsipan UNNES menjadi unit kerja yang mampu menjawab perubahan informasi dari manual ke digital. []

 

 

Gagasan: Siapa yang Menandatangani Perubahan IKIP Semarang menjadi UNNES?

Siapa yang Menandatangani Perubahan IKIP Semarang menjadi UNNES?

 

Kemarin (25 Juni) adalah hari ulang tahun Bacharudin Jusuf Habibie. Bacharudin Jusuf Habibie punya peran besar terhadap pendirian UNNES. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 124 Tahun 1999 mengesahkan tentang Perubahan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Semarang menjadi Universitas. Dalam keputusan tersebut menimbang bahwa untuk meningkatkan mutu, relevansi, efisiensi, pemerataan, dan akuntabilitas pendidikan tinggi secara nasional perlu ditingkatkan kinerja perguruan tinggi khususnya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP).

Perguruan tinggi yang mengalami perubahan status Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) menjadi Universitas di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan adalah (1) IKIP Semarang menjadi Universitas Negeri Semarang; (2) IKIP Bandung menjadi Universitas Pendidikan Indonesia; (3) IKIP Medan menjadi Universitas Negeri Medan.

Perubahan nama IKIP menjadi universitas mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau pendidikan profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian tertentu. Selain itu, juga mengembangkan ilmu pendidikan, ilmu keguruan, serta mendidik tenaga akademik dan prefesional dalam bidang kependidikan. Perubahan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Semarang menjadi Universitas Negeri Semarang ditetapkan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 7 Oktober 1999 yang ditandatangani oleh Bacharuddin Jusuf Habibie. Jadi sangat jelas, bahwa yang penandatangan surat perubahan nama IKIP Semarang menjadi UNNES yaitu Bacharuddin Jusuf Habibie.

 

Ditulis oleh: Ina Kumala

Diedit oleh: Agung Kuswantoro

Gagasan: Bung Karno dan IKIP Semarang

Bung Karno dan IKIP Semarang

Oleh: Syaiful Amin, S. Pd., M. Pd.

 

Ilmu pengetahuan dan kekuasaan adalah dua subjek yang saling mengikat tapi tidak bisa dikumpulkan dalam satu ‘cawan’. Sudah lebih ribuan tahun lamanya, ilmu pengetahuan berkembang berdampingan dengan lenggam kekuasaan yang berubah. Foucault dalam buku berjudul Power/Knowledge menceritakan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan tidak bisa dilakukan tanpa intervensi kekuasaan, tetapi kekuasaan absolut hanya meredam tumbuhnya pengetahuan itu sendiri.

 

Bangsa Indonesia melewati dinamika politik panjang, sebelum masuk ke era reformasi seperti sekarang. Saat ini, barangkali seorang anak yang lahir sudah dibekali akses menuju pendidikan di level paling tinggi. Berbeda halnya dengan kondisi Indonesia pra merdeka, akses menuju pendidikan tinggi hanya dimiliki oleh elit politik dan keturunannya. Pendidikan adalah sebuah kemewahan yang tidak bisa dimiliki semua orang.

 

Hingga, ide untuk mencerdaskan kehidupan bangsa lahir bersamaan dengan perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. Hal itu terpengaruh oleh sarjana-sarjana Indonesia lulusan Barat, seperti Hatta yang memandang bahwa bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terdidik, berkeadilan, dan sejahtera.

 

Di bawah tangan dingin para kaum pergerakan, gagasan mendidik bangsa dicetuskan mula-mula melalui Taman Siswa dengan tokohnya Ki Hadjar Dewantara, kemudian merambah ke pendidikan formal yang dinaungi langsung oleh nagara yang merdeka. Sebagai bangsa yang maju, tidak cukup mendidik hanya sampai tingkat pendidikan menengah, tetapi perlu mengadakan pendidikan tinggi. Sedangkan bekas-bekas sekolah Belanda sebagian besar telah dinasionalisasi, seperti Institut Teknologi Bandung yang dikenal sebagai perguruan tinggi tertua di Indonesia.

 

Di Semarang, institusi pendidikan tinggi yang paling awal adalah Universitas Diponegoro diresmikan sebagai universitas negeri di tahun 1960. Selanjutnya IKIP Semarang yang didirikan dengan misi khusus, mencetak guru-guru profesional yang siap mencerdaskan kehidupan bangsa diresmikan tahun 1965, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No 271.

 

Keputusan yang meresmikan berdirinya IKIP Semarang (saat ini Universitas Negeri Semarang) ditandatangani langsung oleh Presiden Soekarno (1945-1966). Mengingat tahun 1965 menjadi tahun yang sangat krusial, peresmian berdirinya IKIP Semarang menunjukan komitmen negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan guru bagi Bung Karno adalah landasan bagi lahirnya generasi yang cerdas dan mengerti arah jalannya pembangunan atau sering dikampanyekan Nation and Character Building.

 

Sebelum menjadi Presiden RI pertama, Ir. Soekarno pernah menjadi guru bagi sebuah sekolah di Bengkulu, ketika dalam masa pengasingan. Hal itu memperlihatkan dedikasi sekaligus perjuangan Bung Karno dalam membina generasi yang terdidik. Latar historis ini yang menjadikan, pada periode akhir masa kekuasaannya, cukup banyak institut keguruan yang didirikan hampir di setiap kota besar di Indonesia.

 

Bung Karno dan IKIP Semarang tersimpan dalam memori yang memuat cita-cita luhur kaum pergerakan yang menginginkan masyarakat Indonesia terdidik dan tercerahkan. Sebelum kekuasaannya berakhir, Ia menunjukan bahwa tidak selamanya kekuasaan di bangun atas dasar politik dan diperuntukan bagi kepentingan politik. Kekuasaan yang kuat berdiri di tengah kaum yang terdidik, berjiwa besar. Sistem pendidikan yang kuat berdiri di atas tiang penyangga bernama kekuasaan. Hingga hari ini, usaha itu belum sama sekali selesai, bangsa Indonesia belum sampai seperempat jalan. IKIP Semarang yang kini dikenal dengan nama UNNES masih berjalan di garis perjuangan para founding father bangsa.

 

 

Skip to toolbar